Legenda Real Madrid, Keylor Navas, mengecam keras dugaan pelecehan rasial terhadap Vinicius Jr. dalam pertandingan Liga Champions melawan Benfica. Navas menyerukan agar UEFA memberikan “hukuman yang tegas” kepada Gianluca Prestianni jika tuduhan itu terbukti benar, demi mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.

Vinicius Jr. menjadi korban pelecehan saat Los Blancos menang tipis 1-0 di Estadio da Luz, gol kemenangan dicetak sendiri oleh winger Brasil itu. Setelah gol, Vinicius menuduh Prestianni melakukan rasisme, dan wasit langsung mengaktifkan protokol anti-rasisme UEFA untuk menghentikan pertandingan sementara.
Navas, yang pernah menjadi rekan setim Vinicius di Bernabeu, mengungkapkan empatinya. Menurutnya, hal seperti ini “tidak boleh terjadi pada siapa pun” dan menunjukkan dukungan penuh kepada sang winger agar mendapat perlindungan serta keadilan di lapangan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Tekanan untuk Hukuman Tegas
Suasana di Lisbon tetap memanas, dengan sejumlah tokoh Madrid, termasuk Kylian Mbappe, menuntut larangan bertanding total bagi Prestianni. Navas menekankan bahwa diskriminasi sengaja tidak bisa dianggap kesalahan sesaat dan harus ditindak dengan serius.
Kiper senior itu menilai hanya hukuman yang berat dapat mencegah terulangnya kejadian serupa. Ia menegaskan bahwa perilaku rasisme mencerminkan “pemikiran yang dibawa di dalam diri seseorang” dan harus diberi sanksi yang kuat agar efek jera nyata terasa bagi pelaku.
Menurut Navas, sepak bola harus bertindak tegas dalam kasus seperti ini untuk melindungi para pemain. Ia berharap UEFA dan pihak berwenang sepak bola dapat memberikan keputusan adil dan konsisten untuk menegakkan keadilan dan integritas olahraga.
Baca Juga: Chivu Membela Bastoni dalam Kemenangan Inter atas Juventus
Perjalanan Vinicius dari Bakat Muda Menjadi Bintang

Navas mengenang awal kedatangan Vinicius di Madrid pada 2018, saat sang winger masih muda dan penuh potensi. Ia menyebut Vinicius sebagai “permata dengan sikap baik dan keinginan untuk bekerja,” yang bakatnya terlihat jelas sejak awal di Bernabeu.
Bimbingan khusus dari Zinedine Zidane juga menjadi faktor penting. Navas menyoroti bagaimana Zidane membimbing Vinicius dalam aspek teknik, kecepatan, dan penyelesaian akhir, yang membantu sang winger berkembang menjadi salah satu bintang global. Menurut Navas, kerja keras itu menjadi fondasi kesuksesan Vinicius saat ini.
Pengalaman Navas bersama Vinicius membuatnya merasa perlu bersuara lantang tentang isu rasisme. Ia memahami tekanan psikologis yang dialami winger Brasil dan menegaskan pentingnya solidaritas dari sesama pemain serta pihak berwenang sepak bola.
Masa Depan Navas dan Hubungan dengan Madrid
Meski saat ini bermain di Liga MX bersama Pumas, Navas tetap memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Madrid. Ia menyatakan rencananya untuk kembali ke Spanyol setelah pensiun, dengan kemungkinan terlibat dalam manajemen atau proyek klub.
Pengalaman Navas selama lima tahun di Bernabeu, termasuk tiga Liga Champions dan satu La Liga, membuatnya memahami budaya klub dengan mendalam. Hal ini mendorongnya untuk ikut ambil bagian dalam isu perlindungan pemain muda. Ia juga berupaya memastikan Madrid tetap menjadi lingkungan yang aman dan bebas diskriminasi.
Navas berharap bahwa langkah-langkah tegas terhadap pelaku rasisme dapat memberi pesan jelas kepada seluruh dunia sepak bola. Ia menegaskan bahwa klub, pemain, dan federasi harus bersatu melawan diskriminasi agar generasi pemain berikutnya bisa bermain dengan aman dan dihormati. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballcowboysstore.us.
