Hansi Flick mengakui bahwa Barcelona mengalami kesulitan besar saat melawan Atletico Madrid di leg pertama semifinal Copa del Rey. Pertandingan yang berlangsung di Metropolitano berakhir dengan skor telak 4-0 untuk tuan rumah.

Flick menjelaskan bahwa Barcelona gagal bermain sebagai satu kesatuan di babak pertama. Jarak antar lini terlalu besar dan pressing jarang dilakukan, sehingga Atletico mendapat banyak ruang untuk menekan dan mencetak gol.
Pelatih asal Jerman ini menilai babak pertama menjadi pelajaran penting bagi timnya. Meski hasilnya mengecewakan, pengalaman ini dianggap berguna untuk perbaikan di leg kedua.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Evaluasi Babak Pertama dan Kedua
Menurut Flick, penampilan Barcelona di babak kedua jauh lebih baik dibandingkan babak pertama. Tim mulai menyesuaikan posisi, meningkatkan intensitas pressing, dan mencoba mengendalikan permainan.
Meski begitu, ketertinggalan 4-0 tetap menjadi beban besar. Flick menegaskan bahwa timnya masih memiliki dua babak tersisa dan akan berjuang keras untuk memperkecil defisit tersebut.
Ia juga meminta dukungan penuh penggemar saat bermain di kandang sendiri. Flick percaya tekanan dari suporter bisa memberi motivasi tambahan bagi para pemain untuk membalikkan keadaan.
Baca Juga: Gavi dan Perjalanan Berat Menuju Status Inti di Barcelona
Semangat dan Mentalitas Tim Muda Barcelona

Flick menekankan bahwa Atletico Madrid lebih bersemangat untuk mencetak gol. Tim lawan menunjukkan determinasi tinggi sejak awal, sedangkan Barcelona tampak kurang agresif di 45 menit pertama.
Pelatih Jerman itu tetap optimis karena skuad Barcelona banyak dihuni pemain muda. Ia percaya pemain muda masih bisa belajar dari pengalaman ini tanpa mencari alasan atas kekalahan.
Meski hasilnya menyakitkan, Flick bangga dengan musim yang dijalani tim sejauh ini. Ia menilai cedera dan absennya beberapa pemain menjadi faktor tambahan, tetapi tim tetap menunjukkan potensi besar.
Kesempatan Bangkit di Leg Kedua
Ketika ditanya apakah ini malam terburuknya sebagai pelatih Barcelona, Flick menegaskan tidak. Menurutnya, kekalahan saat melawan Inter sebelumnya lebih berat secara emosional dan taktis.
Kini, fokus utama adalah leg kedua. Flick menegaskan timnya akan mencoba bangkit, meski tahu tantangan besar menanti. Strategi perbaikan dan motivasi pemain menjadi kunci untuk menghadapi leg berikutnya.
Flick menutup komentarnya dengan menekankan pentingnya mentalitas juara. Barcelona masih memiliki peluang, dan pelatih percaya skuadnya mampu belajar dari kesalahan dan memberikan performa terbaik di laga mendatang. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di footballcowboysstore.us.
